Minggu, 23 September 2012

Aku Jomlo bukan Jomblo


Saya dengan beberapa teman yang sama-sama tidak memiliki pacar kerap menghabiskan waktu pada Sabtu malam (tidak mau pilih kata malam Minggu) untuk nonton bola di televisi atau sekadar ngobrol ngalor ngidul sampai larut malam untuk membunuh waktu. “Beginilah nasib orang jomblo,” kata yang sering terdengar dalam percakapan kami. Namun tahukah sebenarnya asal mula kata jomblo?.
Jomblo merupakan bahasa percakapan atau prokem yang sering digunakan untuk orang yang tidak memiliki pasangan. Kita juga sering jumpa kata ini dalam acara-acara reality show di televisi. Namun kita salah dalam bentuk penulisan dan maknanya.  Kata ini tidak akan kita jumpai dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia manapun. Yang ada adalah kata jomlo, tanpa menggunakan huruf di tengah katanya.
Kata jomlo sebenarnya berasal dari bahasa Sunda yang sudah dibakukan ke dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dan memiliki arti negatif. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia memiliki arti gadis tua. Makna kata ini merujuk pada seorang perempuan yang sudah tua umurnya tetapi belum juga menikah atau memiliki pasangan.

Namun penggunaan kata jomlo kini mengalami perluasan makna. Yaitu perubahan makna kata yang khusus atau sempit menjadi makna yang lebih umum atau luas. Jomlo tidak hanya digunakan untuk seorang perempuan saja, kata ini juga digunakan untuk laki-laki.
Hal ini umum terjadi dalam bahasa, karena sifat bahasa itu sendiri yang dinamis. Seperti kata ibu. Awalnya, ibu hanya digunakan untuk orang tua wanita kandung, sekarang ibu dapat digunakan untuk menyebut wanita yang lebih tua umurnya atau kedudukannya. Selain kata ibu, masih banyak lagi kata dalam bahasa Indonesia yang mengalami perluasan makna seperti katasaudarapetani, putra dan putri.
Inilah yang terjadi dengan kata jomlo. Ia mengalami perluasan makna, sehingga siapa saja bisa menyandang kata ini. Jadi, apakah Anda masihjomblo?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar